Minggu, 03 Februari 2013

Alat Pemuas Kebutuhan

Alat pemuas kebutuhan manusia dibedakan menjadu dua yaitu barang dan jasa. Barang di definisikan sebagai setiap benda yang berwujud baik bergerak maupun tidak bergerak yang mempunyai banyak tujuan, baik itu untuk diperjualbelikan, dipakai, atau digunakan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sedangkan jasa didefinisikan sebagai suatu aktivitas ekonomi yang melibatkan adanya transaksi antara satu pihak dengan pihak lain yang secara prinsip tidak berwujud/intangible dan tidak menyebabkan adanya perpindahan kepemilikan.
Berdasarkan definisi di atas, barang memiliki ciri- ciri sebagai berikut:
  • Berwujud
  • Memiliki nilai dan manfaat yang dapat dirasakan sat digunakan
  • Bila digunakan nilai dan manfaat tersebut akan berkurang bahkaan habis.
Sedangkan ciri- ciri jasa adalah:
  • Tidak berwujud dan tidak dapat diraba
  • Dapat dirasakan
  • Jasa tidak bisa disimpan atau dijual kembali kepada orang lain.
Barang sebagai alat pemuas kebutuhan manusia banyak sekali jenisnya. Macam- macam barang tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Menurut Pembuatannya:
  • Barang mentah, yaitu barang yang masih asli dan belum mengalami proses pengolahan, contohnya adalah kapas, tanah, dan lain- lain.
  • Barang setengah jadi,  biasanya barang yang digunakan sebagai bahan masukan atau bahan baku untuk memproduksi barang lain sehingga perlu pengolahan lagi untuk bisa digunaka, contohnya adalah benang, tepung.
  • Barang Jadi, barang yang sudah siap digunakan atau dikonsumsi, contohnya pakaian, roti, dll.
Menurut Jumlah dan Cara Memperolehnya:
  • Barang bebas, barang yang jumlahnya sangat besar di alam dan bisa langsung dipakai untuk mendapatkannya pun tidak memerlukan pengorbanan. Contoh: udara, air hujan, dll
  • Barang ekonomis, barang yang jumlahnya terbatas dan cara mendapatkannya perlu pengrobanan. Contoh: Pakaian, rumah, mobil, dll.
  • Barang illth, barang yang jumlahnya berlebihan akan menimbulkan bencana. Contohnya air saat banjir, api saat kebakaran.  
Menurut Hubungan atau Fungsinya:
  • Barang substitusi, barang yang menggantikan satu sama lain. Misalnya ketika tidak ada beras untuk dimasak maka ada jagung.
  • Barang komplementer, barang yang saling melengkapi satu sama lain. Contohnya sepatu dengan kaos kaki,  
Menurut Elastisitasnya:
  • Barang inferior, yaitu barang yang jumlah permintaannya akan menurun seiring dengan naiknya pendapatan masyarakat. Contohnya adalah permintaan akan tempe akan meningkat atau bertambah ketika pendapatan masyarakat rendah, sedangkan ketika pendapatan naik permintaannya akan menurun karena masyarakat cenderung memilih lauk yang lain.
  • Barang normal, barang yang permintaannya akan bertambah ketika pendapatan masyarakat bertambah.
  • Barang superior, barang yang jumlah permintaanya akan bertambah hanya jika pendapatan masyarakat bertambah. Contohnya adalah barang mewah.
Manfaat dan Nilai Guna Suatu Barang
Manfaat/nilai guna suatu barang adalah kemampuan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Manfaat suatu barang bersifat subyektif karena tergaantung dari penilaian seseorang terhadap fungsi barang tersebut dan hanya dapat diukur dengan tingkat intensitas kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh barang tersebut.
Macam- macam manfaat/ kegunaan barang antara lain:
  • Kegunaan dasar (elementary utility), kegunaan barang karena barang tersebut merupakan bahan untuk membuat barang yang lainnya. Contoh: Kapas menjadi kain.
  • Kegunaan bentuk (form utility), kegunaan barang karenaa barang tersebut telah berubah bentuk. Contoh: Kayu menjadi kursi.
  • Kegunaan tempat (place utility), kegunaan barang karena barang tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih membutuhkan. Contoh ikan laut dipindahkan ke pasar ikan.
  • Kegunaan pemilik (ownership utility), kegunaan barang karena benda tersebut ada yang memiliki. Contoh kacamata bagi orang yang matanya minus.
  • Kegunaan waktu (time utility), kegunaan barang berdasarkan waktu pemakaiannya. Contoh payung saat hujan.
  • Kegunaan pelayanan (service utility), berkaitan dengan  produk pelayanan yang diberikan. Contoh dokter bagi orang sakit.
Macam- macam Nilai suatu barang
Nilai suatu barang dibedakan menjadi dua, yaitu nilai pakai dan nilai tukar.
Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang ataupun jasa yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia. Nilai pakai dibedakan menjadi dua yaitu:
  • Nilai pakai objektif, kemampuan suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh: pakaian, perhiasan, makan.
  • Nilai pakai subjektif, penilaian seseorang atas suatu barang/ jasa tertentu sesuai kemampuan barang tersebut memenuhi kebutuhannya. Contoh buku pelajaran bagi pelajar.
Nilai tukar adalah kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang yang lainnya. Nilai tukar juga dibedakan menjadi dua, yaitu:
  • Nilai tukar objektif, kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang yang lainnya, nilai tukar objektif ditentukan karena adanya hubungan tukar menukar antabarang tersebut. Contoh: uang dapat ditukarkan dengan barang lainnya.
  • Nilai tukar subjektif, arti atau penilaian seseorang terhadap suatu barang karena barang tersebut dapat ditukarkan dengan barang yang lain. Contohnya seseorang yang mempunyai hobi mengoleksi lukisan akan memberikan penilaian dengan harga yang tinggi untuk mendapakan lukisan tersebut. Lain halnya dengan orang yang tidak suka dengan lukisan pasti akan memberikan penilaian dengan harga yang murah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar