Rabu, 06 Februari 2013

Cara Cepat dan Mudah Mengerjakan Jurnal Penyesuaian (Bag. 1)

Neraca saldo yang telah disusun setelah buku besar dan menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan tidak semuanya menunjukan nilai yang sebenarnya dari akun tersebut. Agar neraca saldo menyajikan keadaan yang sebenarnya dari tiap akun maka disusunlah jurnal penyesuaian. Jadi jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi yang berfungsi untuk menyesuaikan sedemikian rupa sehingga nillai- nilai dari harta, hutang, modal, pendapatan, dan beban, sehingga tersebut memperlihatkan nilai  yang sebenarnya.
Sebagian besar pendapat dan hasil survei menyebutkan bahwa materi jurnal penyesuaian adalah yang dianggap paling sulit oleh siswa. Sebenarnya jurnal penyesuaian bukanlah sesuatu yang sulit, jika kita sudah paham betul dengan konsep penyusunannya serta sudah lancar mengerjakan pencatatan jurnal umum. Berikut ini akan coba saya jelaskan mengenai cara mudah mengerjakan jurnal penyesuaian.
Dalam menyusun jurnal penyesuaian disini saya membaginya ke dalam dua klasifikasi untuk proses penyusunannya, yaitu:
  1. Menyusun jurnal penyesuaian seperti mencatat jurnal umum biasa, hal ini lazim digunakan untuk menyesuaikan akun kas, beban yang masih harus dibayar/utang beban, pendapatan yang masih harus diterima/piutang pendapatan, dan penyusutan aktiva tetap.
  2. Menyusun jurnal penyesuaian seperti mencatat jurnal umum tapi dengan membalik posisi saldo dari akunnya, yang semula di debit menjadi di kredit dan sebaliknya. Hal ini lazim digunakan untuk menyesuaikan beban dibayar dimuka, pendapatan diterima dimuka, dan pemakaian perlengkaapan
Menyusun Jurnal Penyesuaian Seperti Mencatat Jurnal Umum Biasa
Dalam menyusun jurnal penyesuaian seperti jurnal umum biasa ini, kita hanya menganalisis setiap perubahan yang terjadi pada keterangan penyesuaian di akhir periode dan menyusun ayat jurnal penyesuaiannya seperti menyusun ayat jurnal umum.
  • Menyesuaikan Akun Kas
Penyebab akun kas belum menunjukan nilai yang sebenarnya karena umumnya uang kas perusahaan disimpan di Bank. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah saldo yang dilaporkan oleh Bank seringkali terjadi dengan yang dicatat oleh perusahaan. Hal ini karena ada beberapa transaksi yang telah dicatat oleh Bank namun belum dicatat oleh perusahaan begitu juga sebaliknya. Penyebab- penyebab ini antara lain Bank telah mencatat pembebanan adminsitrasi dan pemberian pendapatan bunga, sedangkan perusahaan belum. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut:
Tanggal 31 Desember 2011 bendahara perusahaan mencatat saldo kas di perusahaan sebesar Rp. 12.500.000,- pada saat yang bersamaan Bank mengirimkan laporan rekening koran perusahaan dan melaporkan bahwa rekening kas perusahaan di Bank sebesar Rp.13.200.000,-. Selisih tersebut disebabkan karena Bank telah mendebit rekening perusahaan sebesar Rp. 250.000,- sebagai administrasi bank dan mengkredit rekening perusahaan sebesar Rp. 950.000,- sebagai pendapatan giro. Susunlah jurnal penyesuaian dari transaksi tersebut!
Analisis:
Untuk penyesuaian tersebut di atas bisa ditempuh dengan dua cara namun jurnal penyesuaiannya sama seperti menyusun jurnal umum biasa.
Cara 1:
HItung selisih kas di perusahaan dan kas di Bank, yaitu Rp. 13.200.000 - Rp. 12.500.000,- sama dengan Rp. 700.000,-, Hal ini menyebabkan kas perusahaan bertambah. Saat menyusun jurnal umum kas bertambah di sebelah debit. Selanjutnya pencatatan beban administrasi bertambah di debit sebesar Rp. 250.000,- dan pendapatan bunga giro bertambah di kredit sebesar Rp. 950.000,- 
Jurnal Penyesuaiannya adalah:
Kas                          Rp. 700.000,-
Beban Administrasi   Rp. 250.000,-
          Pendapatan Bunga             Rp. 950.000,-

Cara 2:
Menganalisis setiap perubahan transaksi dan pencatatan yang dilakukan Bank. Mencatat pembebanan administrasi bank sebesar Rp. 250.000,-,.Pencatatan bebab mengakibatkan beban bertambah dan kas berkurang. Beban Administrasi bertambah di debit dan kas berkurang di kredit masing- masing sebesar Rp. 250.000,-. Pencatatan penerimaan pendapatan bunga giro sebesar Rp. 950.000,-. Penerimaan pendapatan bunga berarti kas bertambah di debit dan pendapatan bertambah di kredit masing- masing sebesar Rp. 950.000,-
Jurnal Penyesuaiannya adalah:
Beban Administrasi    Rp. 250.000,-
            Kas                                      Rp. 250.000,-
Kas                               Rp. 950.000,-
            Pendapatan Bunga            Rp. 950.000,-
Kita lihat disana terdapat akun kas di debit sebesar Rp. 950.000,- dan akun di kredit sebesar Rp. 250.000,- kita hitung selisihnya untuk mendapatkan saldo sebenarnya dari kas tersebut sehingga diperoleh saldo kas debit Rp. 700.000 (950.000 - 250.000) karena nilai debit lebih besar maka posisi kas akan di debit. Jika diringkas maka Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut:
Kas                         Rp. 700.000,-
Beban Administrasi   Rp. 250.000,-
          Pendapatan Bunga             Rp. 950.000,-
(Sama seperti cara yang pertama, silakan pakai cara yang paling dianggap mudah)

  • Menyesuaikan Beban Yang Masih Harus Dibayar
Pencatatan beban yang masih harus dibayar menyebabkan beban perusahaan bertambah dan hutang perusahaan bertambah. Penyesuaiannya sama persis dengan menysusun jurnal umum biasa. Untuk lebih jelasnya perhatikan dua contoh berikut:
Contoh 1:
Perusahaan membayar gaji ke karyawan sebesar Rp. 1.200.000 untuk 6 hari kerja setiap hari Sabtu. Tanggal 31 Desember 2011 jatuh pada hari Selasa.
Analisis:
Penghitungan beban gaji yang masih harus dibayar adalah mulai dari hari Selasa sampai dengan hari sabtu ada 5 hari kerja yang menjadi beban hutang perusahaan.
Perhitungannya adalah: 5/6 x Rp. 1.200.000,- = Rp. 1.000.000,-
Beban gaji bertambah di debit dan hutang gaji bertambah di kredit masing- masing sebesar Rp. 1.000.000,-
Jurnal Penyesuaiannya:
Beban Gaji             Rp. 1.000.000
          Hutang Gaji                Rp. 1.000.000

Contoh 2:
Wesel bayar mempunyai nilai nominal Rp. 2.400.000,- dengan bunga 3 % per tahun, bunga dibayarkan tiap tanggal 1 September dan 1 Maret.
Analisis:
Transaksi tersebut mengakibatkan beban bunga dan hutang bunga dalam hal ini bunga yang muncul akibat adanya wesel bayar.
Perhitungannya adalah:
Hitunglah jumlah bulan yang terdekat dengan bulan Desember, dalam hal ini bulan September. Jumlah bulan dari September- Desember adalah 4 bulan. Jadi nominal beban dan hutang bunga yang dibayar adalah 4/12 x 3/100 x Rp. 2.400.000 = Rp. 24.000,-
Beban Bertambah di debit dan hutang bertambah di kredit.
Jurnal Penyesuaiannya:
Beban Bunga            Rp. 24.000,-
             Hutang Bunga              Rp. 24.000,-

Catatan: Jika dalam soal di keterangan penyesuaian sudah ada nilai nominal berapa yang harus dibayar tidak perlu dihitung lagi langsung saja dibuat jurnal penyesuaiannya dengan dimasukkan nilai nominal tersebut. Sebagai contoh dalam keterangan penyesuaian terdapat keterangan gaji yang masih harus dibayarkan bulan ini sebesar Rp. 450.000, berarti langsung saja susun jurnal penyesuaiannya dengan mendebit beban gaji dan kredit hutang gaji senilai Rp. 450.000,- 

  • Menyesuaikan Pendapatan Yang Masih harus Diterima
Yang masih harus diterima berarti perusahaan mempunyai piutang terhadap pelanggan. Pencatatan yang masih harus diterima berarti akan mengakibatkan piutang perusahaan bertaambah dan pendapatan perusahaan bertambah. Mekanisme pencatatan dan penyesuaiannya sama halnya dengan penyesuaian terhadap beban yang masih harus dibayar.
Contoh 1:
Wesel tagih berbunga 12 % per tahun dengan nominal Rp. 3.600.000,- bunga diterima tiap tanggal 1 April dan 1 Oktober.
Analisis:
Sama halnya dengan pencatatan wesel bayar di atas, untuk menghitung bunga yang masih harus diterima, hitung jumlah bulan dari yang terdekat dengan bulan Desember, dalam hal ini adalah Oktober - Desember ada 3 bulan. Perhitungan nominal bunganya:
3/12 x 12/100 x Rp.3.600.000 = Rp. 108.000,- (nilai bunga yang masih harus diterima)
Piutang bunga bertambah di debit dan pendapatan bunga bertambah di kredit
Jurnal Penyesuaiannya:
Piutang bunga           Rp. 108.000,-
           Pendapatan bunga           Rp. 108.000,-

Contoh 2:
Terdapat pekerjaan yang sudah diselesaikan dengan nilai jasa sebesar Rp. 2.500.000,- akan tetapi nilai tersebut belum diterima perusahaan.
Analisis:
Transaksi di atas akan berdampak pada bertambahnya piutang usaha di debit dan pendapataan jasa bertambah di kredit masing - masing Rp. 2.500.000,-
Jurnal Penyesuaiannya:
Piutang usaha          Rp. 2.500.000,-
           Pendapatan Jasa              Rp. 2.500.000,-

  • Menyesuaikan Penyusutan Aktiva Tetap
Penyusutan terhadap aktiva tetap akan mengakibatkan beban penyusutan aktiva tetap dan akumulasi penyusutan aktiva tetap bertambah. Ingat akumulasi penyusutan aktiva tetap merupakan kontra akun dari aktiva tetap jadi setiap pertambahan aktiva tetap selalu di kredit. Kunci utama dalam penyusutan aktiva tetap ini adalah kita harus mengetahui dasar penyusutan nya apakah dari harga perolehan atau nilai buku daari aktiva tetap. Selain itu metode penyusutan yang dipakai juga perlu diketahui, karena ada banyak metode yang dipakai mulai dari prosentase, garis lurus, jumlah angka tahun, kapasitas produksi, dll. Pembahasan mengenai penyusutan aktiva tetap nanti akan dibahas tersendiri di postingan selanjutnya. Sebagai awalan daan yang umumnya dipakai adalah metode garis lurus dan prosentase dari nilai aktiva tetap.
Contoh 1: (Penyusutan berdasarkan prosentase harga perolehan aktiva tetap)
Kendaraan dengan harga perolehan Rp. 17.500.000,- dan akumulasi penyusutan sebesar Rp. 1.750.000,-  disusutkan sebesar 10 % dari harga perolehannya.
Analisis:
Hitung nilai penyusutannya, yaitu: 10 % x Rp. 17.500.000,- = Rp. 1.750.000,-
Jurnal Penyesuaiannya:
Beban Penyusutan Kendaraan    Rp. 1.750.000,-
    Akumulasi Penyusutan Kendaraan             Rp. 1.750.000,-

Jika soal tersebut nilai prosentase berdasarkan nilai buku, maka harus dihitung dulu nilai buku dari aktiva tersebut dengan cara menghitung selisih dari harga perolehan dengan nilai akumulasi penyusutan peralatan kemudian baru dikalikan prosentasenya. Ayat Jurnal penyesuaiannya sama cuman nominal saja yang berbeda.
Harga Perolehan diketahui dari nominal debit dari aktiva tetap di neraca saldo
Nilai Buku = Harga Perolehan - Akumulasi Penyusutan 
Contoh 2: (penyusutan menggunakan metode garis lurus)
Nilai Peralatan di Neraca Saldo di debit sebesar Rp.17.500.000. Perusahaan memperkirakan peralatan tersebut mempunyai umur manfaat selama 4 tahun dengan taksiran nilai sisa sebesar Rp. 2.500.000,-.
Perhitungan Penyusutannya jika dengan menggunakan metode garis lurus adalah:
Penyusutan = ( Harga perolehan - nilai sisa) dibagi umur ekonomis
(17.500.000 - 2.500.000)/ 4 = 15.000.000/4 = Rp. 3.750.000,-
Jurnal Penyesuaiannya:
Beban Penyusutan Peralatan          Rp. 3.750.000,-
     Akumulasi Penyusutan Peralatan               Rp. 3.750.000,-

Demikian tadi sedikit penjelasan mengenai penyusunan jurnal penyesuaian yang klasifikasi pertama, yaitu menyusun jurnal penyesuaian yang langkahnya sama dengan menyusun jurnal umum biasa. Untuk penyusunan Jurnal penyesuaian yang klasifikasi kedua akan dibahas pada postingan selanjutnya.

29 komentar:

  1. Wesel bayar yang nominalnya Rp.2.000.000 bunga 2% pertahun jangka waktu 90 hari yang ditarik pada tanggal 17 Desember 2012
    kalau soal diatas gimana cara menyelesaikannya

    BalasHapus
  2. Wesel bayar yang nominalnya Rp.2.000.000 bunga 2% pertahun jangka waktu 90 hari yang ditarik pada tanggal 17 Desember 2012

    BalasHapus
  3. Wesel bayar yang nominalnya Rp.2.000.000 bunga 2% pertahun jangka waktu 90 hari yang ditarik pada tanggal 17 Desember 2012
    kalau soal diatas gimana cara menyelesaikannya

    BalasHapus
  4. Dihitung dulu besarnya bunga yang masih harus dibayar, caranya hitung jangka waktu bunga yaitu tanggal 17 Desember sampaai 31 Desember = 14 hari.
    Besarnya bunga dihitung dengan rumus bunga harian yaitu:
    (2.000.000 x 14 x 2):(360 x 100) = 1.555.5 dibulatkan menjadi 1.556
    Jurnal penyesuaiannya:
    Beban Bunga Rp 1.556
    Utang Bunga Rp 1.556

    Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya Beban Bunga di Debit dan Utang Bunga di Kredit

      Hapus
  5. 360x100 maksutnya dari mn pak?
    salam hangat,,,,

    BalasHapus
  6. Rumus menghitung bunga harian:
    B = M x P x L : 360 x 100
    B = Bunga
    M = Modal atau nominal wesel
    P = Prosentase bunga
    L = jangka waktu bunga,
    Kenapa menjadi 360 x 100 dilihat bunganya disitu kan 2 % sama halnya dengan 2 : 100, dan 360 itu jumlah hari dalam setahun dihitung rata- rata,
    Salam Hangat Juga, Terima Kasih atas kunjungannya

    BalasHapus
  7. bagaimana dengan soal ini pak?
    peralatan kantor dsusutkan 20persen dr harga perolehan. Cat.pralatan senilai 500ribu diperoleh 1desember, sisanya 20desember.
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nilai peralatan totalnya berapa? Untuk menghitung penyusutannya ya tinggal dihitung 20 % x nilai total peralatan tsb, nilai yg diperoleh tgl 5 dan 20 itu ditambah diperoleh harga perolehan

      Hapus
  8. kalau soalnya seperti ini,,
    peralatan di susutkan sebesar 10% dari harga perolehan, beban penyusutan di alokasikan untuk toko 60% dan untuk kantor 40%
    bagaimana jurnal penyesuaiannya???
    mohon bantuannya pak,, terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harga perolehan peralatannya berapa? dilihat di neraca saldonya? lihat akun peralatan di debit nilainya berapa? untuk menghitung penyusutan peralatan total caranya 10 % x Harga perolehan.
      Kalau menghitung penyusutan toko caranya 60 % x 10 % x Harga Perolehan
      kalau menghitung penyusutan kantor 40 % x 10 % x Harga perolehan
      Ayat Penyesuaiannya lihat penjelasan penyusutan aktiva tetap di atas. Terima kasih

      Hapus
  9. maaf pak saya masih kurang mengerti bisa kah bapak jelas kan secara terperinci bagian inti jurnal penyesuaiannya?

    BalasHapus
  10. Kurang jelasnya di bagian mana? kan Banyak yang harus disesuaikan

    BalasHapus
  11. mau tanya untuk penyelesaian soal seperti ini gimana ya ?
    bukalah akun-akun tiga kolom yang terdapat dalam buku besar. akun-akun yang terdapat dalam buku besar beserta saldonya masing2 sbg berikut :
    kas Rp 84.120.000
    piutang Rp 59.750.000,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu artinya kamu diminta membuat buku besar 3 kolom dengan nilai saldo awal kas dan piutang sesuai yg disebutkan, untuk penjelasan buku besar silakan lihat dipostingan sy yg lain. Terima Kasih

      Hapus
  12. maaf pak, kalo misalnya soalnya diterima pendapatn sewa untuk 2 tahun sebesar 4.800.000 pada tgl 1 mei 2012. jurnal penyesuaiannya untuk des 2012 bgaimana dan bagaimana cara kita menentukan metodenya .. apakah metode hutang atau pendapatan? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk menentukan metode yang digunakan lihat nama akun yang digunakan, disitu jelas akunnya adalah pendapatan sewa, jadi metode yg digunakan metode pendapatan. Kalau metode hutang nama akunnya adalah sewa diterima di muka.
      Penjelasan detail, bagaimana pencatatan dan perhitungan bisa dilihat di postingan saya tentang AJP yg bagian 2. Terima Kasih

      Hapus
  13. Pak...bedaya beban DDM saat penerimaan dcatat sebagai harta dan saat penerimaan dicatat sebagai beban itu apa? tlng beri contoh soal dan penyelesaianya..terimakasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penjelasan tentang hal ini silakan lihat di postingan bagian 2, disitu sudah sy jelaskan berikut latihan dan penyelesaian

      Hapus
  14. sangat membantu penjelasan nya :) apakah ada web untuk mengerjakan kartu harga pokok?

    BalasHapus
  15. Kalau soalnya biaya iklan yg dibayar tgl 1 bulan 5 2013 untuk 1tahun senilai 18.000.000 itu jurnalnya pa pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu soal tentang penyesuaian iklan dibayar di muka, detail penjelasan dan cara mengerjakan silakan dilihat di postingan bagian 2, jika masih ada yg belum jelas bisa ditanyakan lagi. Terie Kasih

      Hapus
  16. saya baru mengenal akuntansi,kalo membedakan debit kredit gemana ya mr?
    dan bagaimana cara mencari ajdesment

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk membedakan debit dan kredit,.silakan buka postingan saya yg berjudul konsep jurnal umum, dokumen transaksi, dan mekanisme debit kredit

      Hapus
  17. kalau soal begini gmana pak??
    saldo perkiraan ''biaya perlengkapan'' pada tgl 1 januari 200x1 sebesar Rp.1.000.000.
    pembelian selama 200x2 terdiri dari dua kali yaitu tgl 30 maret sebesar 350.000 dan tgl 10 september Rp.300.000 pada tgl 31 desember 200x2 sisa perlengkapan sebesar Rp.425.000,gmana tu pak??

    BalasHapus
  18. pak mau nanya
    klo sado kas yang dicatatan itu tidak sama dengan saldo uang yang ada itu gmana
    cara menyelesaikan itu gmana??//

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus dilakukan Rekonsiliasi antara saldo kas di bank dan yang ada di perusahaan. contohnya seperti di atas

      Hapus
  19. Pak mau nanya, kalau disoalnya misal 'sewa diterima dimuka dalam neraca saldo menunjukkan kredit sebesar Rp. 1.200.000', nah kreditnya itu memengaruhi ke jurnal penyesuaiannya engga pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nilai itu akan berpengaruh terhadap penyusunan jurnal penyesuaian. Coba dilihat keterangan penyesuaiannya sewa itu diterima tanggal berapa dan untuk berapa lama?untuk lebih jelas penyusunan jurnal penyesuaiannya silakan dibaca bagian 2 postingan saya tentang jurnal penyesuaian disana sudah sy bahas mengenai penyesuaian kasus Anda. Terima Kasih.

      Hapus