Rabu, 13 Februari 2013

Cara Cepat dan Mudah Mengerjakan Jurnal Penyesuaian (Bag. 2)

Pada postingan sebelumnya telah dibahas mengenai cara mudah menyusun jurnal penyesuaian seperti menyusun jurnal umum biasa. Postingan kali ini akan membahas tentang penyusunan jurnal penyesuaian dengan cara membalik posisi saldo dari akun pada neraca saldo yang semula di debit menjadi di kredit dan sebaliknya. Teknik penyusunan jurnal penyesuaian ini digunakan untuk mencatat pemakaian perlengkapan/ barang habis pakai, pencatatan beban dibayar di muka, dan penerimaan pendapatan diterima dimuka karena. Metode ini nanti akan dikenal dua pendekatan pencatatan yaitu pendekatan neraca/harta/ hutang dan pendekatan laba rugi/pendapatan/beban.
Menyesuaikan Pemakaian Perlengkapan/ Barang Habis Pakai
Selama tahun berjalannya operasi perusahaan umumnya membeli perlengkapan secara sekaligus ataupun berangsur. Nilai saldo perlengkapan di neraca saldo tersebut menunjukan nilai yang berasal dari saldo awal ditambah dengan pembelian- pembelian perlengkapan yang dilakukan selama operasi perusahaan. Jumlah tersebut belum menunjukan nilai yang sebenarnya dari perlengkapan karena belum diketahui berapa jumlah perlengkapan yang terpakai selama satu periode akuntansi ataupun jumlah perlengkapan yang tersisa di akhir periode. Untuk menyesuaikan perlengkapan ini kita harus teliti dengan pendekatan apa yang dipakai perusahaan dalam memperlakukan perlengkapan tersebut apakah dengan pendekatan neraca atau laba rugi. Sebagai gambaran jika di neraca saldo terdapat akun perlengkapan di debit maka perusahaan mencatatnya sebagai harta/ pendekatan neraca tetapi kalau di neraca saldo adalah beban perlengkapan maka  pendekatan yang dipakai adalah laba rugi/beban.
  • Menyesuaikan perlengkapan, jika saat pencatatan dicatat sebagai perlengkapan/ pendekataan neraca/ harta
Cara mudah untuk menyesuaikan dengan pendekatan ini adalah dengan membalik posisi akun di neraca saldo, kita ketahui bahwa posisi perlengkapan di neraca saldo adalah di debit sehingga ketika penyusunan jurnal penyesuaiannya posisi perlengkapan dipindah ke posisi kredit sedangkan posisi di debit muncul akun baru yaitu beban perlengkapan (dalam jurnal penyesuaian pasangan akun harta adalah beban). Yang menjadi masalah disini adalah nilai/nominal yang akan dimasukkan ke dalam jurnal penyesuaian tersebut. Cara mudah untuk menghafalnya yaitu ingat pencatatannya menggunakan pendekatan Neraca/ Harta, ambil huruf terdepan dari kata Harta yaitu huruf H, kita analogikan ini dengan kata HABIS. Berarti nilai yang akan dimasukkan adalah nilai yang HABIS atau yang terpakai yaitu nilai saldo perlengkapan awal dikurangi dengan saldo perlengkapan yeng tersisa.
Contoh 1:
Tanggal 31 Desember terdapat saldo perlengkapan sebesar Rp. 3.650.000,- di debit. Berdasarkan catatan perusahaan ternyata nilai perlengkapan di akhir periode masih tersisa sebesar Rp. 2.500.000. Bagaimanakah Jurnal Penyesuaiannya.
Analisis:
Saldo Perlengkapan Debit Rp.3.650.000,-, 
Nilai yang disesuaikan: Perlengkapan -> Harta, H-> Habis/Terpakai = Rp.3.650.000 - Rp. 2.500.000 = Rp. 1.150.000,-
Penyesuaiannya: Balik posisi akun Debit -> Kredit, munculkan akun baru, pasangan akun harta dalam penyesuaian adalah beban-> Beban Perlengkapan untuk menggantikan posisi semula akun tersebut.
Jurnal Penyesuaiannya:
Beban Perlengkapan Rp. 1.150.000,-
          Perlengkapan                   Rp. 1.150.000,-
Catatan: Untuk nominal yang dicantumkan dalam penyesuaian tersebut tergantung pada keterangan catatan penyesuaian. Jika dalam catatan keterangan/ data penyesuaian sudah terdapat keterangan perlengkapan yang terpakai atau habis selama periode tersebut maka tidak perlu dihitung nilai yang habis seperti di atas tetapi langsung saja dimasukkan nilai yang habis pada catatan penyesuaian tersebut.
Contoh 2: 
Tanggal 31 Desember di neraca saldo terdapat akun perlengkapan di debit dengan nominal Rp. 3.200.000,- . Catatan fisik perusahaan menyatakan bahwa perlengkapan yang terpakai selama satu tahun adalah sebesar Rp. 2.200.000,-. 
Analisis:
Penyesuaiannya adalah langsung saja membalik posisi debet perlengkapan menjadi di kredit daan mengganti posisi debit dengan beban perlengkapan, nominalnya langsung saja dimasukkan data penyesuaian untuk perlengkapan yang terpakai.
Jurnal Penyesuaiannya:
Beban Perlengkapan    Rp. 2.200.000,-
             Perlengkapan                 Rp. 2.200.000,-
  • Menyesuaikan perlengkapan ketika pencatatan dicatat sebagai beban perlengkapan/ pendekatan laba rugi/ beban
Cara yang digunakan sama dengan yang di atas yaitu membalik posisi dari beban perlengkapan yang di debit menjadi ke kredit dan posisi di debit digantikan oleh pasangan akun dari beban yaitu harta dalam hal ini adalah perlengkapan. Yang menjadi permasalahan adalah berapa nominal yang akan dimasukkan ke jurnal penyesuaian. Kalau dengan pendekatan Neraca/ Harta kita mengambil H huruf awal dari Harta, yaitu H = habis, pendekatan laba rugi ini juga demikian, yaitu ambil huruf awal dari Beban, yaitu B kita analogikan dengan kata BERSISA/ Nilai Sisa/ nilai yang masih ada.
Mengacu pada contoh 1 dan 2 di atas, jika contoh 1 dalam neraca saldo perlengkapan di catat sebagai beban, dalam hal ini Beban Perlengkapan debit sebesar Rp.3.650.000,- dan perlengkapan yang tersisa/ masih ada sebesar Rp.2.500.000,-
Analisis:
Penyesuaiannya adalah membalik posisi saldo beban perlegkapan yang di debit menjadi di kredit, nilai yang disesuaikan adalah nilai sisa atau yang masih ada yaitu Rp. 2.500.000,-
Jurnal Penyesuaiannya:
Perlengkapan      Rp. 2.500.000,-
         Beban Perlengkapan     Rp. 2.500.000,-
Untuk kasus contoh 2, kita terlebih dahulu harus menghitung nilai yang masih ada, karena yang diketahui adalah nilai yang terpakai yaitu Rp. 3.200.000 - Rp.2.200.000= Rp.1.000.000.
Jurnal Penyesuaiannya:
Perlengkapan   Rp.1.000.000
         Beban Perlengkapan Rp.1.000.000

Menyesuaikan Beban Di Dibayar Dimuka
Sama halnya dengan penyesuaian perlengkapan, penyesuaian beban dibayar dimuka ini juga dicatat dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan Neraca/Harta dan pendekatan Laba Rugi/Beban. Cara menyusun jurnal penyesuaiannya juga sama yaitu jika dicatat dengan pendekatan Neraca/Harta, ingat Harta, H-> Habis nilai yang dimasukkan nilai yang habis, sedangkan pendekatan Laba Rugi/Beban, Ingat Beban, B->Bersisa, nilai yang dimasukkan nilai yang tersisa, kemudian tinggal dibalik posisi saldo awalnya. 
Untuk membedakan beban dibayar dimuka ini dicatat sebagai harta atau beban sangatlah mudah, cukup diketahui pencatatannya di neraca saldo saat penjurnalan.
Jika dicatat sebagai harta cirinya adalah ..........dibayar dimuka,ex: iklan dibayar dimuka
Jika dicatat sebagai beban cirinya adalah beban......., ex:Beban Asuransi

  • Menyesuaikan Beban dibayar dimuka dicatat sebagai harta (pendektaan neraca)
Contoh:
Neraca saldo perusahaan "Zhavira" menunjukan nilai asuransi dibayar dimuka di debit sebesar Rp. 1.500.000, nilai tersebut merupakan nominal asuransi yang dibayarkan pada 1 November 2009 untuk masa 1 tahun. Jurnal penyesuaian yang disusun adalah......
Analisis:
Lihat akun yang ada pada neraca saldo yaitu asuransi dibayar dimuka, berarti pendekatan yang dipakai adalah Neraca/Harta, Harta, H-> Habis, berati nilai yang habis. Nilai yang habis disini adalah mulai dari tanggal pembayaran 1 November sampai dengan tanggal 31 Desember berarti ada 2 bulan, nominalnya 2/12 x Rp.1.500.000= Rp.250.000 (2/12, 2 menunjukan jumlah bulan yang habis, 12 merupakan jangka waktu beban selama 1 tahun=12 bulan)
Penyesuaiannya:
Asuransi dibayar dimuka debit dipindah ke kredit, dan munculkan akun baru pasangan dari harta yaitu beban di debit, Beban asuransi senilai nominal yang habis.
Jurnal Penyesuaiannya:
Beban asuransi     Rp. 250.000
           Asuransi dibayar dimuka  Rp. 250.000

  • Menyesuaikan Beban dibayar dimuka dicatat sebagai beban (pendekatan laba rugi)

Contoh:
Nilai Beban Iklan di neraca saldo debit sebesar Rp. 1.600.000,-. beban iklan tersebut dibayar untuk 8 x penayangan, akan tetapi sampai dengan tanggal 31 Desember iklan baru tayang 3 x. Jurnal penyesuainnya adalah...
Analisis:
Lihat akun di neraca saldo yaitu beban iklan, berarti pencatatan dengan pendekatan laba rugi/beban, Beban, B-> Bersisa, berarti nilai yang sisa. NIlai yang sisa adalah total penayangan yang seharusnya yaitu 8 x tayang dikurangi dengan total tayangan iklan yang sudah terlaksana yaitu 3 x, nilai sisa = 8 x - 3 x = 5 x, nilainya yaitu 5/8 x Rp 1.600.000 = Rp.1.000.000.
Penyesuainnya:
Beban Iklan didebit dipindah ke kredit dan munculkan akun baru pasangan dari beban yaitu harta, Iklan dibayar dimuka di debit senilai yangmasih ada di atas.
Jurnal Penyesuaiannya:
Asuransi dibayar di Muka Rp. 1.000.000
        Beban asuransi                                       Rp. 1.000.000

Menyesuaikan Pendapatan Diterima dimuka
Menyesuaikan pendapatan diterima dimuka ini caranya sama dengan pencatatan beban dibayar dimuka dan pemakaian perlengkapan dengan dua metode pencatatan, yaitu pendekatan Neraca, bedanya kalau beban dibayar dimuka dianggap sebagai harta kalau pendapatan dicatat sebagai Hutang. Sedangkan pendekatan Laba rugi dicatat sebagai pendapatan untuk pendapatan diterima dimuka dan beban jika beban dibayar dimuka. 
Penyusunan jurnal penyesuaiannya pun sama yaitu tinggal membalik posisi saldo awalnya kemudian memunculkan akun pasangan baru dari pendapatan diterima dimuka, analogikan saja dapat= terima, maka kalau dicatat dengan pendekatan pendapatan maka muncul akun diterima dimuka, dan sebaliknya. Nilai yang dimasukkan untuk pendekatan Neraca/ Hutang, H-> Habis artinya nilai yang sudah habis menjadi pendapatan perusahaan, sedangkan untuk pendekatan pendapatan nilai yang dimasukkan nilai yang belum/nilai sisa.
Untuk membedakan pencatatan ini dicatat sebagai Hutang atau Pendapatan, caranya:
Jika dicatat sebagai hutang, cirinya.....................diterima dimuka, ex: iklan diterima dimuka
Jika dicatat sebagai pendapatan, cirinya pendapatan.........., ex:pendapatan sewa

  • Menyesuaikan Pendapatan diterima dimuka dengan pendekatan Neraca/Hutang

Contoh:
Tanggal 2 Agustus 2009 perusahaan menerima pendapatan atas sewa gedung untuk masa 1 tahun sebesar Rp. 3.000.000, ketika penerimaan pembayaran tersebut perusahaan mencatatnya sebagai sewa diterima dimuka
Analisis:
Pencatatan di neraca saldo adalah sewa diterima dimuka, dicatat sebagai hutang atau pendekatan neraca, Hutang, H-> Habis, nilai pendapatan yang habis/sudah menjadi pendapatan perusahaan dalam hal ini bulan Agustus sampai dengan 31 Desember yaitu 5 bulan, perhitungannya 5/12 x Rp. 3.000.000 =Rp. 1.250.000,- (5/12, 5 jumlah bulan yang habis, 12 jumlah bulan berlakunya pendapatan selama 1 tahun)
Penyesuaiannya:
Sewa diterima dimuka, Hutang posisi di kredit dipindah ke debit munculkan pasangan akun diterima dimuka, terima =dapat, pendapatan sewa kredit, nilai yang habis diatas.
Jurnal Penyesuaiannya:
Pendapatan Sewa   Rp. 1.250.000
              Sewa Diterima di Muka    Rp. 1.250.000

  • Menyesuaikan Pendapatan diterima dimuka dengan pendekatan laba rugi/pendapatan.

Kita masih pakai contoh di atas, artinya ketika tanggal 2 Agustus 2009 menerima pendapatan sebesar Rp. 3.000.000, perusahaan mencatatnya sebagai pendekatan sewa.
Analisisnya:
Pencatatan di neraca saldo dan penjurnalan adalah pendapatan sewa, dicatat dengan pendekatan pendapatan/laba rugi berarti nilai yang disesuaikan adalah nilai yang sisa yaitu dari 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Juli 2010 atau 7 bulan (12 bulan - 5 bulan = 7 bulan)
Perhitungannya 7/12 x Rp. 3.000.000 = Rp. 1.750.000 atau Rp. 3.000.000 - Rp.1.250.000 = Rp. 1.750.000
Penyesuaiannya:
Pendapatan sewa, pendapatan di kredit dipindah ke debit, munculkan akun pasangan pendapatan, dapat= terima, sewa diterima dimuka ke kredit.
Jurnal Penyesuaiannya:
Pendapatan Sewa   Rp. 1.750.000,-
           Sewa Diterima dimuka    Rp. 1.750.000,-

Kesimpulan dan Catatan

  1. Untuk mencatat jurnal penyesuaian pemakaian perlengkapan, beban dibayar dimuka, dan pendapatan diterima dimuka memiliki persamaan yaitu dua pendekatan pencatatan yaitu pendekatan Neraca (harta untuk perlengkapan dan beban dibayar dimuka, hutang untuk pendapatan diterima dimuka) dan pendekatan laba rugi (Beban untuk perlengkapan dan beban dibayar dimuka serta pendapatan untuk pendapatan diterima dimuka)
  2. Nilai yang dimasukkan ke dalam jurnal penyesuain juga sama yaitu untuk pendekatan Neraca adalah nilai yang habis/terpakai/yang sudah menjadi pendapatan) sedangkan untuk pendekatan Laba rugi adalah nilai yang bersisa/masih ada/belum menjadi pendapatan.
  3. Ayat penyesuaian yang disusun juga dengan cara memindahkan posisi saldo awal yang semula di debit menjadi di kredit dan sebaliknya kemudian munculkan akun baru yang merupakan pasangan dari akun tang bersangkutan.
  4. Untuk menentukan jumlah bulan yang habis atau tersisa, jika transaksi dicatat tidak tepat tanggal 1 adalah jika transaksi terjadi sebelum tanggal 15 maka bulan paa tanggal tersebut dihitung contohnya transaksi terjadi tanggal 13 April, maka nilai yang habis adalah dari hulan april sampai dengan 31 Desember. Jika transaksi terjadi tanggal 15 atau setelahnya jumlah hulan yang habis dihitung dari bulan berikutnya, misalkan transaksi tanggal 18 September, maka bulan yang habis atau terpakai dihitung dari bulan Oktober sampai dengan 31 Desember.

8 komentar:

  1. ketika dihitung uang kas yang ada Rp. 980.000. terdapat bon/pinjaman pegawai Rp. 20.000 yang akan diperhitungkan dengan gaji pegawai yang bersangkutan bulan januari 2011.
    dari informasi ini untuk membuat jurnal penyesuaiannya bagaimana yah??

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum. Bagaimana kabarnya pak supri? postingannya bagus, mudah2an blognya dapat menjadi media pembelajaran akuntansi..

    BalasHapus
  3. keren..siipp thnkyu

    BalasHapus
  4. terimakasih,, materi ini menambah wawasan saya ^_^

    BalasHapus
  5. terimakasih,, penjelasan materi ini menambah pengetahuan saya tentang (AJP) ayat jurnal penyesuaian..

    BalasHapus
  6. terimakasih,, penjelasan materi ini meanmbah wawasan saya tentang AJP ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama- sama, terima kasih atas kunjungannya. Semoga bermanfaat

      Hapus
  7. Saya kyknya ngerti.. 'kyknya' hahaha... seengganya saya paham mksdnya n ngerti cara ngerjainnya.. makasih pak materinya.. ^_^||

    BalasHapus